Kamis, 19 Desember 2013

Komitmen

Belajarlah komitmen dari jantung dan matahari. Sejak ia ada dan berfungsi, ia tak pernah berhenti. Apa yang terjadi bila jantung berhenti berdetak? Maka kita akan mati. Apa yang terjadi bila matahari berhenti terbit atau terbitnya dari barat? Maka akan terjadi kiamat, kehidupan dunia berakhir.
Apabila Anda sudah melakukan sesuatu, lakukanlah hingga tuntas dengan kualitas terbaik. Malulah pada jantung dan matahari, ia terus berkomitmen pada tugasnya secara konsisten. Saat soulmate saya Imam Suyono membuatkan website untuk saya maka kemudian saya bertanya, “Apa yang membuat website itu berkualitas?” Jawabnya masih saya ingat, “Komitmen untuk konsisten menulis setiap hari.”

Sejak saat itu, saya belajar keras untuk bisa menulis setiap hari. Sungguh perjuangan yang tidak mudah. Awalnya, untuk menulis satu tulisan saya perlu persiapan satu pekan. Saya harus membaca banyak buku, berguru kepada para ahli. Sekarang, setelah menulis menjadi kebiasaan, saya hanya memerlukan waktu setengah jam untuk mencari ide dan menuliskannya.
Komitmen itu akan “memaksa” otak bekerja sehingga fungsinya terus terasah. Konon dimasa tua itu akan menurunkan resiko pikun dan pelupa. Komitmen juga akan melatih myelin (otot) di dalam tubuh sehingga ia sangat terlatih untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang biasa kita kerjakan.
Komitmen itu seolah terkesan membosankan karena melakukan pekerjaan yang berulang. Namun faktanya tidak. Komitmen yang melibatkan pikiran dan hati itu ternyata mengasyikkan. Perhatikanlah orang yang sholat, mereka yang komitmen rutin sholat 5 waktu dengan melibatkan pikiran dan hati (khusyu’), mereka akan ketagihan. Bukan hanya sholat wajibanya yang semakin rajin, mereka akan menambah sholat-sholat sunah yang lain.
Orang yang terbiasa berkomitmen menuntaskan pekerjaan dengan kualitas terbaik, mereka akan ketagihan pekerjaan lain yang lebih menantang. Hidupnya dinamis, bertumbuh dan hidup di atas rata-rata kebanyakan orang.
Jadi, bila Anda hidupnya loyo, tak bergairah, tertinggal dibandingkan sahabat-sahabat Anda yang lain, boleh jadi salah satu sebabnya karena komitmen Anda rendah apabila diserahi amanah. Atau, boleh jadi karena komiten Anda rendah bila sudah menetapkan suatu pilihan, layu sebelum berkembang.
Nah, boleh tahu apa komitmen yang sudah Anda putuskan untuk Anda perjuangkan?

by Jamil Azzaini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar